Pemerintah Sediakan Nomor WA Untuk Warga Yang Kesulitan Membuat E-KTP

Posted by Dihar on 04:04 AM, 06-Sep-16  •  Comments (0)

Jakarta – Di era digital ini, semua urusan bisa diselesaikan tanpa harus hadir di lokasi. Komunikas menjadi semakin lancar dengan adanya teknologi. Bahkan urusan pengaduan dokumen kependudukan pun, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI membuka Hotline di aplikasi chat WhatsApp. Apabila Anda menemukan kesulitan pelayanan Administrasi Kependudukan, bingung soal dokumen kependudukan, soal Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el atau E-KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan lainnya, silakan mengirimkan chat via WhatsApp atau WA ke 081315252920, 081315252921, atau 081315252912. “Pertanyaan atau pengaduan apa saja soal kependudukan, silakan WA ke nomor itu,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH di Jakarta. “Caranya pun mudah. Cukup layangkan pengaduan atau pertanyaan dengan format sebagai berikut: Nama, NIK, Kabupaten/Kota, Nomor WA/HP, Isi Pengaduan/Pertanyaan-nya apa? Jelaskan persoalannya, nanti operator akan menjawab berbagai pertanyaan itu dengan jelas dan gamblang,” jelas Zudan. Zudan menambahkan, layanan pengaduan atau pertanyaan melalui nomor WA ini dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mempermudah dan memperlancar masyarakat dalam mendapatkan informasi dan menyelesaikan masalah dokumen kependudukan yang dibutuhkan. “Biar semuanya jelas! Tapi pastikan, nomor layanan di atas. Jika perlu di save, tiga nomor itu di phonebook Anda, sehingga kalau ada problematika terkait dengan data kependudukan, bisa dengan cepat di Hotline WA di atas,” kata Zudan yang juga Ketua Umum Korpri Pusat tersebut. (Yayan – harianindo.com)

PAHALA SALING MEMANDANG SUAMI ISTRI

Posted by Dihar on 05:23 AM, 22-May-16  •  Comments (0)

PAHALA SALING MEMANDANG ANTARA SUAMI ISTRIPAHALA SALING MEMANDANG ANTARA SUAMI ISTRI إِنَّ الرَجُلَ إِذَا نَظَرَ إِلَى امْرَأَتِهِ وَنَظَرَتْ إِلَيْهِ نَظَرَ اللهُ تَعَالَى إِلَيْهِمَا نَظْرَةَ رَحْمَةٍ، فَإِذَا أَخَذَ بِكَفِّهَا تَسَاقَطَتْ ذُنُوْبُهُمَا مِنْ خِلاَلِ أَصَابِعِهِمَا ============ Sesugguhnya apabila seorang suami memandang istrinya, lalu istri membalasnya dengan pandangan senyum, baik memandang di iringi hasrat anuan atau tidak, maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih saying. Apabila si suami meraih tangan istrinya baik untuk mencium atau menggaulinya, maka akan berguguran dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari tangan mereka. Pustaka : Uqudulizein Syekh Nawawi Sahabatku yang dimulaiakan Allah… Sungguh hebat bukan pahala saling memandang antara suami dengan istri? Subhanalloh.. mulai pahala akan mendapatkan kasih sayang Allah bahkan sampai berguguran dosa. pahala yang sangat luar biasa. Karena orang yang di sayang Allah itu pastinya Allah akan selalu memperhatikan keinginannya, tak ubahnya orang tua yang sangat menyayangi anaknya… Persoalannya, terkadang kita tidak menyadarinya, ketika memang kasih sayang Allah itu sudah didapatkan, dosa-dosa sudah berguguran.. terkadang kita lupa diri.. baru beberapa saat hal itu didapatkan, kita sudah kembali membuat ulah yang membuat hilangnya kasih sayang Allah itu. Seperti di saat suami istri saling memandang, saling meraih tangan, saling kecup bibir, saling mencium bahkan pada saat bergaul suami-istri itu, sedkitpun tidak ada nilai-nilai Islami, sehingag sangat mudah mengundang kebencian Allah SWT, naudzubillah.. Nah disini kita perlau mengtahuinya dengan baik, bagaimanacara saling memandang secara Islami? Bagaimana saling meraih tangan secara Islami? Bagaimana saling kecup bibir secara Islami? Bagaimana saling mencium secara islami? Bahkan bagaimana cara bergaul suami-istri yang Islami? Semua di atur dalam Islam. Apakah saudara tahu itu semua? Kalau belum tahu, jangan dulu pada kawin.. belajar dulu ngapa..!! Belajar apaan ya?!.. ya belajar ilmu soal begituan…!!? Terkecuali ada rencana mau kawin sama ustadz atau ustadzah.. tentunya ustadz atau ustadzah yang tahu soal begituan, soalnya masih banyak juga koq ustadz ataupun ustadzah yang kagak tahu soal begituan..…wew.. إِنَّ الرَجُلَ إِذَا نَظَرَ إِلَى امْرَأَتِهِ وَنَظَرَتْ إِلَيْهِ نَظَرَ اللهُ تَعَالَى إِلَيْهِمَا نَظْرَةَ رَحْمَةٍ، فَإِذَا أَخَذَ بِكَفِّهَا تَسَاقَطَتْ ذُنُوْبُهُمَا مِنْ خِلاَلِ أَصَابِعِهِمَا ============ Sesugguhnya apabila seorang suami memandang istrinya, lalu istri membalasnya dengan pandangan senyum, baik memandang di iringi hasrat anuan atau tidak, maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih saying. Apabila si suami meraih tangan istrinya baik untuk mencium atau menggaulinya, maka akan berguguran dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari tangan mereka. Pustaka : Uqudulizein Syekh Nawawi Sahabatku yang dimulaiakan Allah… Sungguh hebat bukan pahala saling memandang antara suami dengan istri? Subhanalloh.. mulai pahala akan mendapatkan kasih sayang Allah bahkan sampai berguguran dosa. pahala yang sangat luar biasa. Karena orang yang di sayang Allah itu pastinya Allah akan selalu memperhatikan keinginannya, tak ubahnya orang tua yang sangat menyayangi anaknya… Persoalannya, terkadang kita tidak menyadarinya, ketika memang kasih sayang Allah itu sudah didapatkan, dosa-dosa sudah berguguran.. terkadang kita lupa diri.. baru beberapa saat hal itu didapatkan, kita sudah kembali membuat ulah yang membuat hilangnya kasih sayang Allah itu. Seperti di saat suami istri saling memandang, saling meraih tangan, saling kecup bibir, saling mencium bahkan pada saat bergaul suami-istri itu, sedkitpun tidak ada nilai-nilai Islami, sehingag sangat mudah mengundang kebencian Allah SWT, naudzubillah.. Nah disini kita perlau mengtahuinya dengan baik, bagaimanacara saling memandang secara Islami? Bagaimana saling meraih tangan secara Islami? Bagaimana saling kecup bibir secara Islami? Bagaimana saling mencium secara islami? Bahkan bagaimana cara bergaul suami-istri yang Islami? Semua di atur dalam Islam. Apakah saudara tahu itu semua? Kalau belum tahu, jangan dulu pada kawin.. belajar dulu ngapa..!! Belajar apaan ya?!.. ya belajar ilmu soal begituan…!!? Terkecuali ada rencana mau kawin sama ustadz atau ustadzah.. tentunya ustadz atau ustadzah yang tahu soal begituan, soalnya masih banyak juga koq ustadz ataupun ustadzah yang kagak tahu soal begituan..…wew..